Showing posts with label Networking/Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Networking/Jaringan. Show all posts

Wednesday, September 26, 2007

What are Straight and Crossover cable

Tadinya sih Ayah Fathiin mau nulis sendiri tentang pembuatan kabel Straight dan kabel Crossover pada kabel UTP, tapi susah nyusun kata-katanya (lagi buntuuuuuuuuuuu). Banyak orang beranggapan bahwa tak mengikuti aturan kabelnya pun yang penting kedua ujungnya menggunakan urutan yang sama (Straight Cable) pasti bisa berfungsi, atau tinggal membalik saja urutan pin 1 dengan pin 3 dan pin 2 dengan pin 6 (Crossover Cable) pasti juga bisa berfungsi.
Pendapat diatas pada kenyataannya betul, tapi pada prakteknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, UTP dibuat berpasangan (pair) dengan tujuan mengurangi interferensi dan meningkatkan kecepatan laju data sehingga kita perlu menjaga jangan ada yang pair yang terpisah. Banyak kali Ayah Fathiin menemukan masalah yang diakibatkan karena ada kabel yang terpisah dari pairnya, kebanyakan pengaruhnya mengurangi kecepatan laju data. Disamping itu Crimping tool yang digunakan harus bagus sehingga hasil yang didapatkan bisa lebih baik (pin-pin pada RJ-45 bisa terkoneksi dengan baik dengan tembaga yang ada pada UTP) dan yang tak kalah pentingnya juga yaitu kualitas RJ-45 dan kabel UTP yang di gunakan. Silahkan baca artikel di bawah untuk mengetahui tentang Straight dan Crossover Cable yang saya kutip dari alamat http://www.home-network-help.com/straight.html

Common Ethernet network cable are straight and crossover cable. This Ethernet network cable is made of 4 pair high performance cable that consists twisted pair conductors that used for data transmission. Both end of cable is called RJ45 connector.
The cable can be categorized as Cat 5, Cat 5e, Cat 6 UTP cable. Cat 5 UTP cable can support 10/100 Mbps Ethernet network, whereas Cat 5e and Cat 6 UTP cable can support Ethernet network running at 10/100/1000 Mbps. You might heard about Cat 3 UTP cable, it's not popular anymore since it can only support 10 Mbps Ethernet network.
Straight and crossover cable can be Cat3, Cat 5, Cat 5e or Cat 6 UTP cable, the only difference is each type will have different wire arrangement in the cable for serving different purposes.
Straight Cable

You usually use straight cable to connect different type of devices. This type of cable will be used most of the time and can be used to:
1) Connect a computer to a switch/hub's normal port.
2) Connect a computer to a cable/DSL modem's LAN port.
3) Connect a router's WAN port to a cable/DSL modem's LAN port.
4) Connect a router's LAN port to a switch/hub's uplink port. (normally used for expanding network)
5) Connect 2 switches/hubs with one of the switch/hub using an uplink port and the other one using normal port.

If you need to check how straight cable looks like, it's easy. Both side (side A and side B) of cable have wire arrangement with same color.
Crossover Cable
Sometimes you will use crossover cable, it's usually used to connect same type of devices. A crossover cable can be used to:
1) Connect 2 computers directly.
2) Connect a router's LAN port to a switch/hub's normal port. (normally used for expanding network)
3) Connect 2 switches/hubs by using normal port in both switches/hubs.
In you need to check how crossover cable looks like, both side (side A and side B) of cable have wire arrangement with following different color .

Note: If there is auto MDI/MDI-X feature support on the switch, hub, network card or other network devices, you don't have to use crossover cable in the situation which I mentioned above. This is because crossover function would be enabled automatically when it's needed.

Thursday, August 16, 2007

Media Komunikasi


  1. Kabel
    1. Coaxial

      Ada beberapa jenis kabel coaxial, yaitu :

      1. Kabel Coaxial Thinnet ( Kabel RG-58 )

        Kabel Coaxial Thinnet atau Kabel RG-58 biasa disebut dengan kabel BNC, singkatan dari British Naval Connector. Sebenarnya BNC adalah nama konektor yang dipakai, bukan nama kabelnya.

        Kelebihan menggunakan kabel RG-58 adalah :

        • Fleksibel, mudah dipakai untuk instalasi dalam ruangan.
        • Dapat langsung dihubungkan ke komputer menggunakan konektor BNC.
        Spesifikasi teknis dari kabel ini adalah :

        • Mampu menjangkau bentangan maksimum 185 meter.
        • Impedansi Terminator 50 Ohm.
      2. Kabel Coaxial Thicknet ( Kabel RG-8 )

        Kabel Coaxial Thicknet atau Kabel RG-8 adalah kabel coaxial yang dipakai untuk instalasi antar gedung, Spesifikasi kabel ini sama dengan dengan Kabel Coaxial Thinnet, hanya bentuk fisiknya lebih besar. Karena lebih besar, kabel ini dapat menampung data yang lebih banyak sehingga cocok untuk instalasi sebagai backbone jaringan.


        Spesifikasi Teknis dari kabel ini adalah :
        • Mampu menjangkau bentangan maksimum 500 meter.
        • Impedansi terminator 50 Ohm.
        • Membutuhkan Transceiver sebelum dihubungkan dengan komputer.

      Supaya komputer dapat terhubung ke jaringan thicknet, diperlukan transceiver. Koneksi antara Network Adapter Card dengan transceiver dibuat dengan menggunakan drop cable untuk menghubungkan Transceiver dengan Attachment Unit Interface ( AUI ) pada Network Adapter Card. Interface dari AUI berbentuk DB-15.
      Bila dibandingkan antara Thicknet dengan thinnet, instalasi kabel thicknet jauh lebih sulit karena sifatnya lebih kaku dan tidak fleksibel. Tetapi melihat kapasitas data dan jarak yang bisa dijangkau, jenis kabel ini masih menjadi favorit sebagai penghubung antar gedung.


      Konektor :

      1. BNC Kabel konektor
        Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
      2. BNC T konektor
        Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
      3. BNC Barrel konektor
        Untuk menyambung 2 kabel BNC.
      4. BNC Terminator
        Untuk menandai akhir dari topologi bus.

      Sesuai dengan kapasitas maksimal dari kabel coaxial, Ethernet
      dengan media transmisi coax hanya ada satu kecepatan transfer data (10 Mbps).
      Terminator yang dapat digunakan adalah terminator dengan nilai resitansi sebesar 50 OHM.
      Penggunaan kabel coaxial hanya memungkinkan untuk menerapkan topologfi jaringan BUS.
      Penggunaan kabel lebih dari yang disarankan sangat tidak dianjurkan karena dapat mengurangi performansi dari jaringan komputer tersebut.
      Kabel ini masih digunakan sebagai segmen tulang belakang (backbone) untuk penyambung di dalam
      sistem ethernet karena biayanya murah.

    2. UTP(Unshielded Twisted Pair)

      Kabel UTP yang biasa digunakan adalah kabel yang terdiri dari 4 pasang kabel yang terpilin. Dari 8
      buah kabel yang ada pada kabel ini, hanya digunakan 4 buah saja untuk
      dapat mengirim dan menerima data (Ethernet). Perangkat lain yang berkenaan dengan penggunaan jenis
      kabel ini adalah konektor kabel UTP (RJ-45) dan HUB/SWITCH.

      Ada beberapa klasifikasi kabel yang digunakan untuk jaringan twisted-pair, tapi yang paling
      populer adalah Category 5 (CAT 5). Masih ada beberapa klasifikasi untuk CAT 5 ini, untuk pemakaian biasa
      digunakan CMR Cable. Kabel CAT 5 dijual dalam bentuk rol di dalam karton berlubang untuk memudahkan penanganannya.

      Pada ujung-ujung kabel CAT 5 ini dipasangkan konektor yang dikenal sebagai konektor RJ-45 (RJ dari kata 'Registered Jack').
      Konektor RJ-45 ini mirip dengan konektor pada kabel telepon (RJ-11). Bila pada kabel telepon menggunakan tiga pasang kawat, maka
      kabel network ini menggunakan empat pasang.

      Ada dua macam pemasangan yang menghasilkan 'Ujung A' (End A) dan 'Ujung B' (End B). Urutan pemasangan kawat pada konektor yang dikenal
      sebagai End A dan End B ini pada dasarnya adalah standar EIA568A dan EIA568B. Kabel CAT 5 yang kerdua ujungnya adalah Ujung A disebut sebagai
      straight-through cable (kabel langsung), sedangkan bila yang satu Ujung A dan yang lainnya Ujung B dinamakan cross-over cable (kabel silang).

      Apabila ingin menghubungkan dua komputer langsung tanpa menggunakan hub dengan kabek network, maka yang diperlukan adalah cross-over cable. Hubungan komputer
      dengan menggunakan hub memerlukan straight through cable. Sebenarnya pada kabel CAT 5 tidak semua kawat terpakai. Hanya kawat yang terhubung pada pin nomor 1, 2 ,3 dan 6
      yang terpakai sedangkan kawat yang terhubung pada pin nomor 4, 5, 7 dan 8 tidak terpakai.


      Spesifikasi Teknis dari twisted pairs adalah :
      • Jarak terjauh 100 meter.
      • Dihubungkan dengan konektor RJ-45.
      • Memiliki beberapa kategori, yaitu : kategori 1, 2, 3, 4, dan 5.
      • Masalah yang dihadapi adalah : crosstalk.
    3. Fiber Optic

      Kabel fiber optik dibuat dari kaca yang dibungkus oleh pelindung dan material penguat. Fiber optik menggunakan cahaya untuk menghantar isyarat, berbeda dengan kabel tembaga yang menggunakan
      sinyal elektronik. karena itu kabel jenis ini tidak terpengaruh dengan gangguan elektromagnet. Kabel fiber optik sangat sesuai digunakan di kawasan yang banyak gangguan
      elektromagnet dan jarak yang jauh.

      Kabel fiber optik mendukung transmisi data berkecepatan tinggi tidak sama halnya dengan kabel tembaga (UTP dab Coaxial). besarnya data yangi dapat
      di transmisikan memungkinkan penggunaan komunikasi yang membutuhkan kecepatan seperti video konference. 10BaseF, 100BaseF, 1000BaseF merujuk kepada spesifikasi fiber optik
      yang membawa sinyal ethernet, angka F merujuk kepada Fiber.

      Connector yang selalu digunakan untuk menyambung kabel fiber optik ialah ST connector yang menyerupai BNC Connector. Namun begitu SC connector akan menjadi lebih populer
      karena mudah digunakan.

      Penggunaan fiber optik umumnya digunakan pada jaringan besar dan jaringan tulang punggung (backbone). Tipe ini berisi satu serat kaca tipis yang mengalirkan data dalam pulsa
      cahaya. Cahaya pulsa merepresentasikan informasi digital yang dibawa melalui jaringan. Harga dan instalasi fiber optik memang mahal walaupun kini semakin turun karena itu pada umumnya
      orang kemudian mengkombinasikannya dengan kabel tembaga.

  2. Tanpa Kabel (Wireless)

    1. Infra Merah

      Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak dekat, contoh paling umum pemakaian IR adalah remote control (untuk televisi). Gelombang IR mudah dibuat, harganya murah, lebih bersifat
      directional, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya matahari. Pengirim dan penerima IR menggunakan Light Emitting
      Diode (LED) dan Photo Sensitive Diode (PSD).

      WLAN menggunakan IR sebagai media transmisi karena IR dapat menawarkan data rate tinggi (100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan harganya murah. WLAN dengan IR memiliki tiga macam teknik,
      yaitu Directed Beam IR (DBIR), Diffused IR (DFIR) dan Quasi Diffused IR (QDIR).


      1. DFIR

        Teknik ini memanfaatkan komunikasi melalui pantulan. Keunggulannya adalah tidak memerlukan Line Of Sight (LOS) antara pengirim dan penerima dan menciptakan portabelitas terminal. Kelemahannya adalah membutuhkan daya yang tinggi, data rate dibatasi oleh multipath, berbahaya untuk mata telanjang dan resiko interferensi pada keadaan simultan adalah tinggi.

      2. DBIR

        Teknik ini menggunakan prinsip LOS, sehingga arah radiasinya harus diatur. Keunggulannya adalah konsumsi daya rendah, data rate tinggi dan tidak ada multipath. Kelemahannya adalah terminalnya harus fixed dan komunikasinya harus LOS.

      3. QDIR

        Setiap terminal berkomunikasi dengan pemantul. sehingga pola radiasi harus terarah. QDIR terletak antara DFIR dan DBIR (konsumsi daya lebih kecil dari DFIR dan jangkaunnya lebih jauh dari DBIR).

    2. Gelombang Cahaya (Light Wave)

      Pensinyalan optis koheren yang memakai laser bersifat unidirectional, karena masing-masing bangunan memerlukan laser & photodetektornya sendiri. Skema ini memungkinkan bandwith yang sangat lebar dengan biaya yang murah sekali.

      Laser juga mudah untuk dipasang. Tidak seperti gelombang mikro, pemakaian laser tidak memerlukan ijin FCC Kekuatan laser yang berpita sempit, sekaligus merupakan kelemahannya juga.
      Mengarahkan sinar laser selebar 1mm ke target yang mempunyai lebar 1mm pada jarak 500 meter memerlukan keahlian membidik. Biasanya lensa ditaruh kedalam sistem untuk sedikit melebarkan sinar.
      Kerugiannya adalah sinar laser tidak dapat menembus hujan & kabut tebal, tapi laser dapat bekerja normal pada cuaca cerah.

    3. Gelombang Radio

      Penggunaan RF tidak asing lagi bagi kita, contoh penggunaannya adalah pada stasiun radio, stasiun TV, telepon cordless dll. RF selalu dihadapi oleh masalah spektrum yang terbatas, sehingga
      harus dipertimbangkan cara memanfaatkan spektrum secara efisien. WLAN menggunakan RF sebagai media transmisi karena jangkauannya jauh, dapat menembus tembok, mendukung teknik handoff, mendukung
      mobilitas yang tinggi, meng-cover daerah jauh lebih baik dari IR dan dapat digunakan di luar ruangan. WLAN, di sini, menggunakan pita ISM dan memanfaatkan teknik spread spectrum (DS atau FH).


      • DS adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi secara langsung dengan kode-kode tertentu (deretan kode Pseudonoise/PN dengan satuan chip).
      • FH adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi dengan frekuensi yang loncat-loncat (tidak konstan). Frekuensi yang berubah-ubah ini dipilih oleh kode-kode tertentu (PN)

      WLAN dengan RF memiki beberapa topologi sebagai berikut :

      • Tersentralisasi

        Nama lainnya adalah star network atau hub based. Topologi ini terdiri dari server (c) dan beberapa terminal pengguna (Gambar 4.a), di mana komunikasi antara terminal harus melalui server terlebih dahulu. Keunggulannya adalah daerah cakupan luas, transmisi relatif efisien dan desain terminal pengguna cukup sederhana karena kerumitan ada pada server. Kelemahannya adalah delay-nya besar dan jika server rusak maka jaringan tidak dapat bekerja.

      • Terdistribusi

        Dapat disebut peer to peer (Gambar 4.b), di mana semua terminal dapat berkomunikasi satu sama lain tanpa memerlukan pengontrol (servers). Di sini, server diperlukan untuk mengoneksi WLAN ke LAN lain. Topologi ini dapat mendukung operasi mobile dan merupakan solusi ideal untuk jaringan ad hoc. Keunggulannya jika salah satu terminal rusak maka jaringan tetap berfungsi, delay-nya kecil dan kompleksitas perencanaan cukup minim. Kelemahannya adalah tidak memiliki unit pengontrol jaringan (kontrol daya, akses dan timing).

      • Jaringan selular

        Jaringan ini cocok untuk melayani daerah dengan cakupan luas dan operasi mobile. Jaringan ini memanfaatkan konsep microcell, teknik frequency reuse dan teknik handover. Keunggulannya adalah dapat menggabungkan keunggulan dan menghapus kelemahan dari ke dua topologi di atas. Kelemahannya adalah memiliki kompleksitas perencanaan yang tinggi (Gambar 5).

    4. Gelombang Mikro (Microwave)

      Di atas 100 MHz, gelombang menjalar dengan garis lurus sehingga arahnya dapat difokuskan. Pemusatan semua energi menjadi beam kecil menggunakan antena parabola ( seperti piringan TV satelit) memberikan rasio sinyal/noise yang lebih tinggi, tapi antena yang mengirim & menerima harus diatur jaraknya. Selain itu, direksionalitas ini mengijinkan beberapa transmitter membentuk sebuah barisan untuk berkomunikasi dengan beberapa transmitter lainnya yang ada dalam barisan dengan tanpa mengalami interferensi

      Karena gelombang mikro menjalar dengan garis lurus, maka bila menaranya terlalu berjauhan, bumi akan meredam gelombang tersebut (coba bayangkan link San Fransisco ke Amsterdam). Akibatnya diperlukan repeater-repeater secara periodik. Semakin tinggi menara, semakin jauh jarak yang bisa dicapainya. Jarak antara dua repeater kurang lebih akar kuadrat tinggi menara. Untuk menara dengan tinggi 100m, repeater dapat dapat berjarak 80 km.

      Gelombang mikro tidak dapat menembus ruangan dengan baik. Selain itu walaupun beam dapat difokuskan dengan baik pada transmitter masih terjadi divergensi di udara. Sebagian gelombang direfraksikan ke lapisan atmosfir bawah dan memerlukan waktu sedikit lebih lamadibanding gelombang langsung. Gelombang yang mengalami delay itu dapat tiba diluar fasanya dengan gelombang langsung & sehingga menghapus signalnya. Efek ini disebut multipath fading& sering kali merupakan masalah yang serius. Efek ini ditentukan oleh cuaca & frekuensi gelombang. Sebagian operator menyediakan 10 persen saluran-salurannya dalam keadaan tidak berfungsi sebagai serep yang bisa digunakan bila multipath fading menyapu bersh sebagian pita frekuensi secara temporer.

  3. Line Telepon
    1. Public Switched Telephone Network (PSTN)

      Penggunaan layanan analog POTS (saluran telepon biasa) / PSTN dikategorikan sebagai layanan circuit-switched. Circuit-switched merupakan koneksi yang menggunakan metode WAN switching di mana physical circuit dibangun, dipelihara, dan diputuskan setiap melakukan sesi komunikasi.

      Pada jaringan perusahaan telepon, circuit-switched beroperasi layaknya operasi telepon biasa. Koneksi yang dibangun dari satu lokasi kepada lokasi lain biasanya menggunakan bandwidth yang sempit. Pada saat ini, koneksi yang biasa digunakan hanya mampu memperoleh bandwidth maksimum 56Kbps.

      Contoh koneksi circuit-switched yang sering ditemui dan digunakan adalah koneksi kepada ISP (Internet Service Provider) menggunakan modem analog. Meskipun modem yang digunakan mampu mencapai bandwidth 56 Kbps, biasanya koneksi dari rumah selalu di bawah bandwidth yang ditawarkan tersebut.
      Jangan dulu menyalahkan pihak vendor modem tersebut, karena besarnya bandwidth yang diperoleh lebih dipengaruhi oleh jaringan telepon yang digunakan.

      Salah satu keuntungan menggunakan jaringan circuit-switched adalah biaya penggunaannya yang relatif murah dan dapat dikontrol.
      Teknologi ini biasanya digunakan oleh:

      • Mobile user
      • Telecommuter
      • Perusahaan atau instansi sebagai koneksi cadangan
    2. Integrated Service Digital Network (ISDN)

      Banyak keuntungan yang diperoleh bila komunikasi telepon, faksimil, teks, video, transmisi data, gambar dan jaringan komputer menggunakan layanan ISDN ini. Di antaranya adalah kecepatannya yang dapat mencapau 144 Kbps (Kilobit per second) atau bahkan hingga 2 Mbps (Megabit per second).

      ISDN dapat digambarkan sebagai jaringan telekomunikasi melalui perombakan jaringan telepon, yang dapat melayani aplikasi suara maupun non suara seperti data, teks, citra, dan video pada satu jaringan yang sama.

      Teknologi jaringan ini diprakarsai oleh H. Shimada pada suatu pertemuan CCITT tahun 1971. Kemudian, aplikasi ISDN segera terwujud setelah CCITT merekomendasikan standar Red Book (1985) dan standar Blue Book (1988) dalam wujud Narrow Band (N-ISDN).

      ISDN dikembangkan dari jaringan telepon dengan mengusahakan agar tidak melakukan perubahan secara mendasar pada sentral telepon yang sudah ada. Sebab saat ini pada dasarnya jaringan telepon yang telah tersebar secara luas di dunia sudah menggunakan teknik digital pada bagian transmisi dan switching-nya.

      Konsep ISDN adalah menyediakan jaringan digital antar pelanggan end-to-end (dari ujung ke ujung). Keseluruhan proses untuk komunikasi ISDN telah digital.Sedangkan pada jaringan telepon digital, terdapat bagian analog pada sisi pelanggan. Dengan menambahkan sebuah konverter dari analog ke digital (A/D) dan dari digital ke analog ke digital (D/A) peralatan analog yang dimiliki pelanggan dapat berkomunikasi melalui sentral digital, dengan cara digitalisasi pada bagian pelanggan ini maka STDI berkembang ke arah JDPT.

      Untuk mengubah STDI menjadi JDPT masih perlu ditambahkan beberapa modul dan sistem pensinyalan yang mendukung. Untuk pensinyalan antar sentral telepon ditentukan pensinyalan yang disebut Common Cannel Signalling (CCS) System No.7. Dengan digitalisasi dan model pensinyalan yang baru, maka siaplah diimplementasikan konsep ISDN ini.

    3. Leased Line

      • 56K Leased Line WAN Connections

        Banyak yang menyebutnya dengan sebutan layanan DS0, yang dalam hal ini adalah sebuah model layanan yang berupa sambungan yang disewa secara khusus tanpa memperhitungkan berapa banyak pemakaiannya (biaya sewa sambungan tersebut berlaku, tanpa menggunakan dasar hitungan, apakah saluran tersebut dipakai atau tidak. Bedakan dengan cara pembayaran saluran telepon biasa itu.), atau 'leased line'. Bandwidth (besaran transfer data) layanan ini adalah sebesar 56 kbps.
        Untuk sebuah hubungan DS0 ini membutuhkan adanya CSU/DSU (modem digital) serta pengatur lalulintas (router) di setiap ujung sambungannya. Sebuah hubungan sebesar 56k ini merupakan kemampuan yang dua kali lebih besar dibanding dengan koneksi secara memutar nomor (dial-up connection), serta lebih memuaskan dibanding dengan layanan T-1. Banyak organisasi yang menggunakan layanan 56k ini sebagai batu pijakan untuk menuju ke layanan yang memiliki bandwidth yang lebih besar.

      • T-1 Leased Line WAN Connections

        Juga disebut dengan ustilah layanan DS1, yang merupakan model leased line pula namun dengan bandwidth sebesar 1.544 Megabits per detik. Hubungan DS1 memerlukan CSU/DSU atau modem digital, serta router di kedua ujung hubungannya.
        Hubungan DS1 menawarkan kemampuan bandwidth sebesar 30 (tigapuluh) kali dibanding hubungan yang 56k, dan boleh jadi DS1-lah yang merupakan standar bagi jaringan dalam skala luas, WAN (wide-area network) dan dalam hal tersebut merupakan yang paling banyak diterapkan dalam jaringan WAN.

      • T-3 Leased Line WAN Connections

        Juga disebut layanan DS3, sebuah leased-line dengan kapasitas bandwidth sebesar 45 Megabit per detik. Hubungan DS3 tentu saja memerlukan kelengkapan-kelengkapan peralatan khusus di masing-masing ujung koneksinya, serta router kelas berat.
        Hubungan DS3 memang memerlukan biaya operasi yang sangat mahal, dan biasanya hanya diterapkan pada aplikasi yang memiliki frekuensi akses yang sangat tinggi, dan menulangpunggungi aplikasi-aplikasi kritis, yang soal kecepatan menjadi pertaruhannya, seberapa besar data yang dikirimkan, maupun keseringan aksesnya.

      • Frame Relay WAN connections

        Frame relay ini digunakan berbarengan dengan layanan leased-line lainnya, misalnya sering kita jumpai istilah-istilah DS0FR dan atau DS1FR.
        Secara gampang disebutkan, bahwa sebuah 'frame relay' adalah sebuah metoda untuk penerapan hubingan yang terjadi dalam suatu jarak yang sangat jauh dengan biaya yang bersaing. Di antara titik yang melakukan hubungan tersebut akan digubungkan dengan gugus Telco Frame di mana paket (data yang dikirimkan) tersebut akan dikirimkan pada tujuannya melalui sebuah fasilitas pertukaran jaringan (switched network).

    4. Satelit (VSAT)

      VSAT (Very Small Aperture Terminal) adalah pilihan bagi mereka yang berada di tempat terpencil dan membutuhkan koneksi Internet dimana tidak ada infrastruktur lain seperti leased line, ADSL, ISDN, bahkan tidak juga telepon. VSAT berbentuk seperti piringan yang berukuran besar dan menghadap ke langit. Dengan peralatan ini maka sinyal digital diterima dan dikirimkan ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi.

      Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner berarti satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya. Satelit geostasioner mengorbit selalu pada titik yang sama di atas permukaan bumi, katakanlah di atas Monas, maka dia akan selalu berada di atas sana dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.

      MENGIRIM DAN MENERIMA DATA

      Mendapatkan data Internet dari setelit sama saja dengan mendapatkan sinyal televisi dari satelit. Data dikirimkan oleh satelit dan diterima oleh decoder pada sisi pelanggan. Data yang diterima dan yang hendak dikirimkan melalui VSAT harus di-dekode oleh decoder terlebih dahulu. Satelit Telkom-1 menggunakan C-Band (4-6 GHz). Selain C-Band ada juga Ku-Band. Namun C-Band lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan KU-Band. Satelit ini menggunakan frekuensi yang berbeda antara menerima dan mengirim data. Intinya, frekuensi yang tinggi digunakan untuk uplink (5,925 sampai 6,425 GHz), frekuensi yang lebih rendah digunakan untuk downlink (3,7 sampai 4.2 GHz).

      Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang ditengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan koneksi yang baik untuk hubungan data, suara dan fax. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT.

      Frame TDM selalu berukuran 5.760 byte. Setiap frame memiliki 240 sub-frame. Setiap sub-frame adalah 24 byte. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. TDMA selalu pada 180 ms. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya.

      Pendapat umum mengatakan bahwa koneksi dengan satelit adalah koneksi yang paling cepat. Kenyataanya adalah tidak. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.

      PERANGKAT

      Pengguna VSAT menggunakan piringan yang lebih kecil daribada piringan hub. Bandwidth yang lebih besar menggunakan piringan yang lebih kecil, bandwidth yang lebih kecil menggunakan piringan yang lebih besar. Pada sisi pelanggan akan ada beberapa perangkat. Pertama adalah ODU (outdoor unit) dan piringan, dan kedua adalah IDU (indoor unit) yang berbentuk seperti router pada umumnya.

      PRO DAN KONTRA

      Keunggulan VSAT:

      • Pemasangannya cepat.
      • Tersedia di seluruh wilayah Indonesia.
      Kekurangan VSAT:
      • Koneksinya relatif lambat.
      • Memakan tempat, terutama untuk piringannya.

Domain Name System

Domain Name System adalah salah satu jenis sistem yang melayani permintaan pemetaan IP Address ke FQDN ( Fully Qualified Domain Name ) dan dari FQDN ke IP Address. FQDN lebih mudah untuk diingat oleh manusia daripada IP Address. Sebagai contoh, sebuah komputer memiliki IP Address 167.205.22.114 dan memiliki FQDN "nic.itb.ac.id". Nama "nic.itb.ac.id" tentunya lebih mudah diingat daripada nomor IP Address di atas. Apalagi setelah lahirnya konsep IP Version 6 yang memiliki 6 segment untuk setiap komputer sehingga nomor IP Address menjadi semakin panjang dan lebih sulit untuk diingat. Selain itu, DNS juga menyediakan layanan mail routing, informasi mengenai hardware, sistem operasi yang dijalankan, dan aplikasi jaringan yang ditangani oleh host tersebut.

Sebuah domain server membutuhkan beberapa file untuk dapat di mulai. Biasanya domain server mempunyai beberapa angka dari file boot/startup (umumnya dikenal sebagai file "safety belts"). Satu bagian berisi daftar root server yang akan digunakan oleh server untuk menemukan up-to-date list dari root server. Bagian yang lain berisi file zone yang akan diberikan ke server untuk informasi domain lokal. Sebuah file zone biasanya berisi semua data untuk suatu particular domain.

Sebuah zone menggambarkan bagian-bagian yang saling berdekatan dari domain space, biasanya di batasi oleh pembatas administarsi. Salah satu cirinya yaitu adanya sebuah file data yang terpisah dari setiap zone. Isi data dari sebuah file zone biasanya di susun dalam Resource Records (RRs). Pada sistem operasi UNIX, DNS diimplementasikan dengan menggunakan software Berkeley Internet Name Domain (BIND). BIND ini memiliki dua sisi, yaitu sisi client dan sisi server. Sisi client disebut resolver. Resolver ini bertugas membangkitkan pertanyaan mengenai informasi domain name yang dikirimkan kepada sisi server. Sisi server BIND ini adalah sebuah daemon yang disebut named. Ia yang akan menjawab query-query dari resolver yang diberikan kepadanya.
Pada saat BIND dijalankan, ia memiliki 4 modus operasi, yaitu :

  1. Resolver-only
    Komputer hanya membangkitkan query informasi domain name kepada sebuah DNS server dan tidak menjalankan fungsi DNS server.
  2. Caching-only
    Komputer menjalankan fungsi name server tetapi tidak memiliki database DNS server. Ia hanya mempelajari jawaban-jawaban query yang diberikan oleh remote DNS server dan menyimpannya dalam memory. Data-data dalam memory tersebut akan digunakan untuk menjawab query selanjutnya yang diberikan kepadanya.
  3. Primary server
    Komputer menjalankan fungsi name server berdasarkan database yang dimilikinya. Database ini dibangun oleh administrator DNS. Server ini menjadi authoritative source bagi domain tertentu.
  4. Secondary server
    Komputer menjalankan fungsi name server berdasarkan database yang diambil dari primary server. Proses pengambilan file database ini sering disebut zone file transfer. Ia juga menjadi authoritative source bagi domain tersebut.
Sebuah domain nama adalah urutan dari label yang dipisahkan dengan titik. Nama domain dalamfile zones terdiri dari dua type yaitu absolut atau relatif. Sebuah nama absolut adalah nama domain yang sangat memenuhi persyaratan dan diakhiri dengan jangka waktu tertentu. Sebuah nama relatif tidak diakhiri dengan jangka waktu tertentu dan daftar default domain akan di tambahkan kemudian. Domain default biasanya nama domain yang dispesifikan pada file boot yang diterima pada setiap zone. System domain mengijinkan pemakaian sebuah label yang berisi 8 bit karakter.

Meskipun sistem domain tidak memiliki batas tetapi protocol lain seperti SMTP memiliki batas nama. Karena adanya batasan pada protocol lain maka hanya karakter-karakter di bawah ini yang diijinkan untuk digunakan dalam sebuah nama host (selain pemisah titik) : " A-Z", "a-z", "0-9", tanda pisah (;), garis bawah(_)

Telnet Protokol

Tujuan TELNET Protokol akan menyediakan suatu layanan yang umum, bi-directional, eight-bit byte mengorientasikan fasilitas komunikasi. Utamanya akan mengijinkan suatu metoda standard dalam interfacing alat terminal dan proses berorientasi terminal ke satu sama lain. Itu diimpikan bahwa protokol boleh juga digunakan untuk terminal-terminal komunikasi (" penghubung") dan process-process komunikasi.

Suatu koneksi TELNET adalah suatu Transmisi Mengendalikan Protokol ( TCP) koneksi yang digunakan untuk memancarkan data dengan TELNET diselang-selingi mengendalikan informasi.

TELNET Protokol dibangun atas tiga gagasan utama:

  1. Konsep dari suatu "Network Vitual Terminal"
    Manakala suatu koneksi TELNET dibentuk pertama kali, masing-masing akhir diasumsikan untuk memulai dan mengakhiri pada sebuah " Network Vitual Terminal", atau NVT. Suatu NVT adalah suatu alat khayal yang (mana) menyediakan suatu standard, network-wide, wakilan antara dari suatu terminal kanonik.Semua host, kedua-duanya server dan pemakai, memetakan konvensi dan karakteristik alat lokal mereka agar supaya nampak seperti berhadapan dengan suatu NVT di jaringan, dan masing-masing
    dapat mengasumsikan suatu pemetaan serupa oleh pihak yang lain itu.

    CATATAN: " Pemakai" host adalah host di mana terminal phisik secara normal dipasang, dan " server" host adalah host yang mana secara normal menyediakan beberapa layanan
  2. Prinsip dari pilihan negoisasi
    Menyangkut fakta bahwa banyak host akan ingin menyediakan jasa tambahan disamping tambahan pula yang tersedia itu di dalam suatu NVT, dan banyak para pemakai akan mempunyai terminal canggih dan tidak terikat pada, tetapi yang tersusun di dalam TELNET. Sintaksis negosiasi pilihan telah disediakan sedemikian sehingga jika kedua
    belah pihak meminta suatu pilihan yang secara serempak, masing-masing akan lihat permintaan lain sebagai hal positif pengakuan tentang kepunyaannya .
  3. Suatu pandangan terminal yang simetrik dan proses
    Simetri dari sintaksis negosiasi dapat berpotensi yang didorong kearah nonterminating pengulangan pengakuan, masing-masing pihak melihat perintah yang datang bukan sebagai pengakuan tetapi sebagai permintaan baru yang harus diakui.

User Datagram Protocol

User Data Protokol (UDP,RFC768) didefenisikan untuk menyediakan pembuatan suatu mode datagram dari komunikasi komputer packet-switched dalam lingkungan dari suatu yang saling behubungan dalam satuan jaringan komputer. Datagram adalah suatu bentuk paket data lengkap dengan alamat tujuan paket tersebut akan dikirimkan. UDP ini diterapkan sebagai cara untuk mendapat datagram yang tersedia pada packet-swithed .Protokol ini mengasumsikan Internet Protokol (IP) digunakan sebagai dasar protokol. Protokol ini menyediakan suatu prosedur untuk program aplikasi untuk mengirimkan pesan ke program lain dengan minimum mekanisme protokol. Protokol ini tidaklah handal sehingga penyerahan dan perlindungan duplikasi tidaklah dijamin. Aplikasi yang membutuhkan penyerahan arus data yang dapat dipercaya perlu menggunakan Transmission Control Protokol( TCP).UDP adalah protokol yang tidak handal (unreliable) dan transfer datanya bersifat connectionless service yang lebih mementingkan kecepatan transfer data tetapi kita tidak mengetahui apakah data yang dikirim sudah sampai atau tidak seperti halnya jika kita mengirimkan sesuatu kepada seseorang, yang kita tahu hanya kita telah mengirimkan sesuatu kepada seseorang tanpa kita tahu apakah yang kita kirim itu sampai kepada yang kita tuju atau tidak. Protokol ini tidak mempertahankan koneksi hanya untuk menunggu sampai semua data telah diterima. Prinsipnya protokol ini memancar secara broadcast sehingga pengiriman data lebih cepat.Protokol UDP digunakan hanya digunakan padad transfer data yang tidak membutuhkan kehandalan yang tinggi, dan tidak mengharapkan adanya penundaan hanya karena untuk mempertahankan koneksi yang sempat terputus. Oleh sebab itu, dapat dikatakan Protokol UDP lebih mementingkan kecepatan pengiriman paket data dari pada lengkap tidaknya data yang diterimma oleh mesin penerima.Port sumber adalah field yang optional dimana menunjukkan port yang mengelola pesan dan mungkin mengambil port mana yang mengambil jawaban pada alamat-alamt yang kekurangan beberapa informasi. UDP adalah sebuah protokol yang berada pada lapisan yang sama dengan TCP. Port tujuan memiliki pengertian dalam konteks dari sebuah alamat tujuan internet khusus.UDP modul harus mampu menentukan sumber dan tujuan alamat internet dan field protokol dari internet header. Satu kemungkinan antar-mukaUDP/IP mungkin akan mengembalikan keseluruhan internet datagram yang mencakup semua internet header sebagai jawaban untuk menerima operasi. Alat penghubung (interface) seperti itu akan juga mengijinkan UDP untuk melewati suatu internet datagram yang lengkap dengan header kepada IP untuk dikirimkan. IP akan memverifikasi field tertentu untuk konsistensi dan menghitung internet header checksum.

Internet Control Message Protokol



ICMP (Internet Control Message Protocol, RFC792) merupakan bagian integral dari IP dan harus di terapkan pada tiap-tiap modul IP. ICMP menggunakan bantuan utama dari Internet Protocol sebagaitingkatan protokol yang lebih tinggi. ICMP digunakan karena tujuan dari protokol ini, sebagai contoh untuk untuk melaporkan suatu kesalahan di dalam proses datagram.
Tujuan kendali pesan (Control Message) ini akan menyediakan umpan balik tentang permasalahan yang terjadi di dalam jaringan komunikasi, tidak untuk membuat IP jauh lebih handal. Pesan

ICMP hanya akan dikirimkan apabila suatu datagram tidak bisa menjangkau tujuannya, manakala Gateway tidak mempunyai kapasitas buffer untuk meneruskan suatu datagram, dan manakala Gateway dapat mengarahkan host untuk mengirimkan lalu lintas pada suatu rute yang lebih pendek.

Tidak ada jaminan bahwa setiap paket data akan dapat dikirimkan dan selalu mengembalikan pesan ICMP, tetap ada paket data yang tidak dapat dikirimkan dan tidak mengembalikan pesan apa-apa.

Format Pesan
Pesan ICMP dikirim menggunakan dasar IP Header. Oktet Pertama dari porsi data menyangkut datagram adalah suatu ICMP bertipe Field; nilai dari Field ini menentukan format dari data sisanya. Field manapun yang berlabel " tak terpakai" disediakan untuk perluasan nantinya dan harus nol ketika dikirim, tetapi penerima mestinya tidak menggunakan Field ini
(kecuali untuk memasukkannya di dalam checksum).

Pesan-pesan ICMP yang biasa muncul ketika transmisi data :

  • Destination Unreachable Message
    Destination Unreachable Message dapat dikirimkan apabila host tujuan tidak dapat dicapai yang dalam beberapa jaringan, Gateway mungkin mampu menetukan jika internet host tujuan tidak dapat dicapai.
    Juga apabila IP modul tidak bisa mengirimkan datagram dalam host tujuan sebab modul protokol yang ditandai atau port proses tidak aktif. Selain itu Destination Unreachable Message dapat dikirimkan Jika suatu datagram harus terbagi-bagi untuk disampaikan oleh gateway yang Tidak Membagi-Bagi sehingga bendera dalam keadaan aktif, gateway harus membuang/membatalkan datagram.

  • Time Exceeded Message
    Time Exceeded Messagedapat dikirimkan Jika datagram harus dibuang/dibatalkan akibat dalam proses datagram menemukan waktu untuk tinggal field sama dengan nol atau datagram yang terbagi-bagi tidak dapat dikumpulkan kembali oleh suatu host yang tidak dapat melengkapi assembly ulang dalam kaitan
    dengan fragmen yang hilang di dalam suatu batas waktu.

  • Parameter Problem Message
    Parameter Problem Message dikirim jika kesalahan yang terjadi dalam datagram menyebabkan datagram harus dibuang sebagai akibat dari gateway atau host yang memproses suatu datagram menemukan suatu masalah dengan parameter header yang tidak bisa menyelesaikan memproses datagram.

  • Source Quench Message
    Source Quench Message dikirim jika suatu gateway membuang suatu datagram yang diakibatkan oleh gateway yang tidak mempunyai kapasitas buffer yang diperlukan untuk mengantrikan datagram untuk keluaran pada jaringan yang berikutnya pada rute kepada jaringan tujuan.
    Source Quench Message juga dapat terjadi jika kecepatan transfer telah mendekati batas kemampuannya, atau gateway mengalami kesibukan yang terjadi akibat overload pada jaringan sehingga gateway tidak dapat meneruskan suatu datagram.

  • Redirect Message
    Redirect Message dikirimkan jika suatu gateway menerima suatu internet datagram dari suatu host pada jaringan yang sama dimana gateway tersebut meneruskan kepada gateway yang lain dimana gateway yang lain tersebut dan host yang dikenali oleh alamat internet sumber dari datagram terletak pada jaringan yang sama.
    Pesan ini memberi saran kepada host asal datagram mengenai rute yang lebih tepat untuk menerima datagram tersebut.
    Untuk datagram dengan IP soure route option dan alamat gateway di dalam alamat tujuan field, tidak akan dikirim sekalipun ada suatu rute lebih baik kepada tujuan yang terakhir dibanding alamat yang berikutnya di dalam rute sumber.

  • Echo or Echo Reply Message
    Pesan ini saling mempertukarkan data antara host dimana data diteirma dalam echo messsage dan di kembalikan dalam echo reply message. Echo mengembalikan nilai-nilai yang sama dengan nilai yang ada pada echo reply.

  • Timestamp or Timestamp Reply Message
    Data yang diterima ( suatu timestamp) dalam pesan dikembalikan dalam jawaban bersama-sama dengan suatu timestamp tambahan. Originate Timestamp adalah waktu pengirim yang terakhir disentuh dari pesan sebelum pengiriman pesan itu, Receive Timestamp adalah waktu pertama echo disentuh pada saat diterima, dan Transmit Timestamp adalah waktu terakahir gema disentuh pesan pada saat pengiriman itu.

  • Information Request or Information Reply Messagea
    Pesan ini adalah suatu cara untuk suatu host untuk menemukan banyaknya jaringan yang terpasang. Pesan ini mungkin dikirim dengan jaringan sumber dalam IP header sumber dan alamat tujuan menunjuk field nol ( yang artinya "jaringan ini").

Thursday, July 12, 2007

Hacking Workshop

Berhubung akan diadakannya National Hacking Competition 2007 yang akan diselenggarakan di Makassar tanggal 24 Juli 2007 di MTC Karebosi, maka buat rekan-rekan yang mau ikutan ato mau belajar dulu, ada kesempatan untuk mengikuti workshop hacking. Info workshop ada di bawah .

Acaranya dimulai pukul 09.00 s.d. 16.00

Biaya : Rp. 65.000,- atau Rp. 95.000 (+ tiket PANHAC 2007)
(biaya termasuk snack, lunch, dan sertifikat)

Tempat terbatas.

National Hacking Competition (PANHAC) 2007

PANHAC2 segera ke kota Anda !



Pazia - Acer National Hacking Competition 2 akan segera diselenggarakan

di sepuluh kota Indonesia dengan hadiah utama Notebook Acer Ferrari 1005, piala bergilir PANHAC, voucher training dan ujian bersertifikasi FORTINET, untuk pemenang kedua Acer LCD Monitor 17" dan pemenang ketiga Samsung MFP Laser Printer SCX-4521.

Untuk disetiap kota, akan ada satu pemenang dengan hadiah Notebook Acer Aspire 5052.

Selain kompetisi di sepuluh kota, juga diselenggarakan kompetisi PANHAC2 Online yang diselenggarakan sebelum kompetisi di kota yang bersangkutan berjalan, pukul 14.30 - 15.00 WIB pada jadwal PANHAC2. Kecuali wilayah Sumatera, kompetisi Panhac Online akan di buka dari jam 14.30 WIB hingga selesai (3 jam).

Kompetisi PANHAC2 Online dapat diikuti dengan cuma-cuma, tetapi berhadiah Acer LCD monitor 19'', Samsung Laser Printer ML-2010 dan Samsung Laser Printer ML-1610.

Seperti tahun lalu, PANHAC2 juga menggelar pertandingan untuk merebut file yang disimpan di dalam server lokal.

Selain PANHAC2 offline dan online, PANHAC2 ini juga menyelenggarakan Kompetisi Penulisan Artikel Hacking dan Teknologi Informasi untuk para
wartawan, editor dan penulis lepas yang juga berhadiah satu Notebook Acer Aspire 5052.



Informasi selengkapnya sebagai berikut:





Jadwal acara PANHAC2:

Di kota-kota selain Jakarta: pk. 12.00 - 18.00
Jakarta pk. 09.00 - 12.00
Grand Final - Jakarta pk 12.00 - 18.00


Sususan Acara:

1. Registrasi peserta

2. Sambutan Penyelenggara: ACER dan pendukung: FORTINET

3. Online Hacking Competition

4. Keynote Speaker: Perkembangan Hacking di Indonesia

5. Teknis dan implementasi kompetisi

6. Hacking Competition

7. Penentuan juara dan penyerahan hadiah



Tim Pengarah:

Dani Firman Syah (Xnuxer)

Toto Atmojo (To2)

MA Rody Candera (Odyxb)



Juri:

Michael Sunggiardi (Praktisi Komputer)

Dani Firman Syah (Xnuxer)

PT Pazia Pillar Mercycom



Persyaratan PANHAC2 - 2007



Peserta bisa perorangan maupun team (terdiri dari maksimal 2 orang).
Biaya pendaftaran perorangan Rp 50.000,- dan team Rp 100.000,-
Peserta yang tidak membawa notebook dapat menggunakan notebook ACER 5052 series yang sudah disediakan Panitia.
Peserta diperbolehkan mengikuti kompetisi menggunakan notebook yang dibawa sendiri dengan model ACER Aspire Notebook, ACER Ferrari Notebook. Jika notebook yang digunakan bukan merk tersebut, dikenakan tambahan biaya Rp 100.000 di luar biaya pendaftaran.
Kompetisi nasional ini berhadiah ACER Aspire Notebook 5052 series untuk pemenang pertama di tiap kota yang akan diundang mengikuti Grand Final di Jakarta dengan akomodasi perjalanan ditanggung panitia.
Pemenang pertama Grand Final memperebutkan ACER Ferrari 1005 series, piala bergilir PANHAC, voucher training dan ujian bersertifikasi FORTINET. Hadiah Acer LCD Monitor 17” untuk pemenang kedua. Samsung MFV Laser Printer SCX-4521 untuk pemenang ketiga.
Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Aturan lengkap akan disertakan kepada semua peserta pada hari kompetisi.
Semua peserta akan mendapatkan makan siang, kaos dan sertifikat keikutsertaan.


Persyaratan Kompetisi Online



Peserta melakukan registrasi online ke http://panhac.marveltechnology.com disertai data sesuai KTP/SIM/Passport, no. telepon kantor/rumah, nomor seluler.
Peserta diharuskan melakukan aktivasi setelah proses registrasi online. Kode aktivasi secara otomatis dikirim ke email peserta setelah registrasi.
Tata tertib kompetisi online akan dikirimkan secara otomatis kepada peserta yang terdaftar setelah perserta melakukan proses aktivasi melalui email
Account peserta dapat digunakan pada setiap jadwal kompetisi online di tiap kota.
Jadwal kompetisi online selain Jakarta, yaitu pada pk 14.30 – 15.00 WIB. Jadwal kompetisi online di Jakarta pk. 10.30 – 11.00 WIB. Harap setiap peserta yang berada pada wilayah waktu WITA dan WIT menyesuaikan pada WIB. Secara otomatis server offline di luar jadwal tersebut.
Pada saat kompetisi online berlangsung peserta harus log in terlebih dahulu ke http://panhac.marveltechnology.com
Rating hasil sementara kompetisi online akan ditampilkan di http://panhac.marveltechnology.com pada hari berikutnya setelah setiap jadwal terselenggara.
Akan dipilih tiga orang pemenang kompetisi online dari tiga nilai tertinggi yang ditentukan berdasarkan hasil monitoring dan analisa tim juri
Pengumuman pemenang kompetisi online akan dilakukan pada 01 Agustus 2007, pk 12.00 WIB melalui http://panhac.marveltechnology.com
Pemenang kompetisi online akan diundang langsung pada waktu tersebut melalui telepon/SMS untuk mengikuti Grand Final di Jakarta pada 01 Agustus 2007, dengan akomodasi perjalanan ditanggung panitia.
Kompetisi online berhadiah Acer LCD monitor 19’’, Samsung Laser Printer ML-2010 dan Samsung Laser Printer ML-1610.
Kompetisi online ini tidak dipungut biaya registrasi.
Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Peserta wajib mentaati peraturan yang tertulis pada tata-tertib kompetisi online


Jadwal PANHAC 2007 di 10 kota



Medan 26 Juni, Universitas HKBP Nommensen

PIC: Juliana. FOCUS. 061-7330800



Padang 28 Juni, Ruang Serba Guna - Universitas Negeri Padang

PIC: Butet. VENES JAYA. 0751-37040, 30583



Bandung 03 Juli, Bandung Elektronik Mall. LG Floor

PIC: Patrick, Susan. 3G Gallery. 022-70010708



Semarang 07 Juli, Plasa Simpang Lima. Hall BIMA - Lt. 1

PIC: Nila, Icha. WAHANA KOMPUTER. 024-8413238



Jogja 10 Juli, UAJY. Auditorium Kampus Bonaventura - Lt. 4

PIC: Kristina. WIRABUANA KOMPUTER. 0274 - 560891, 560892



Surabaya 12 Juli, Tunjungan Elektonik Mall.

PIC: Andy, David, Cahyo. APKOMINDO JATIM. 031-5018843



Bali 17 Juli, SMKN1 Denpasar

PIC: Juniasih, Maria. BALISOFT. 0361-418050, 7424494



Lampung 21 Juli, UNIVERSITAS NEGERI LAMPUNG

PIC: Yuli. MULTICOM. 0721-255888



Makassar 24 Juli, MTC Karebosi.

PIC: Elsa. FLASH Computer. 0411-857888

Nazarus. PROTON. 0411-310746



Jakarta 01 Agt, Mangga Dua Mall. LG Floor

PIC: Sary. PT MARVEL. 021-62311510

Laila. PT PAZIA. 021-62313117





KOMPETISI PENULISAN BERITA TINGKAT NASIONAL

Kompetisi Penulisan Berita Tingkat Nasional dengan hadiah: 1 unit Notebook Acer Aspire 5052 series.



Tim Juri:

Rene L. Pattiradjawane (Redaksi Kompas)

Donny B.U (detikinet.com)



Kriteria penilaian:

- Tulisan mencerminkan pemahaman tentang hacking dan PANHAC

- Penyajian tulisan yang unik

- Nilai tambah untuk berita yang diterbitkan lebih dari satu kali

- Tulisan dikumpulkan berupa hardcopy dan terbitan di media, dikirim kepada Partner CEO di daerah, seperti yang tercantum pada jadwal PANHAC 10 kota.



Softcopy dikirim ke email panitia: panhac@marvetechnology.com, segera setelah berita diterbitkan.

Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan dilakukan di Jakarta pada acara Grand Final PANHAC2, 01 Agustus 2007.

Tuesday, May 8, 2007

Windows Xp - Route

Route

Displays and modifies the entries in the local IP routing table. Used without parameters, route displays help.

Syntax

route [-f] [-p] [Command [Destination] [mask Netmask] [Gateway] [metric Metric]] [if Interface]]

Parameters

-f : Clears the routing table of all entries that are not host routes (routes with a netmask of 255.255.255.255), the loopback network route (routes with a destination of 127.0.0.0 and a netmask of 255.0.0.0), or a multicast route (routes with a destination of 224.0.0.0 and a netmask of 240.0.0.0). If this is used in conjunction with one of the commands (such as add, change, or delete), the table is cleared prior to running the command.

-p : When used with the add command, the specified route is added to the registry and is used to initialize the IP routing table whenever the TCP/IP protocol is started. By default, added routes are not preserved when the TCP/IP protocol is started. When used with the print command, the list of persistent routes is displayed. This parameter is ignored for all other commands. Persistent routes are stored in the registry location HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters\PersistentRoutes.

Command : Specifies the command you want to run. The following table lists valid commands.

CommandPurpose

add

Adds a route.

change

Modifies an existing route.

delete

Deletes a route or routes.

print

Prints a route or routes.

Destination : Specifies the network destination of the route. The destination can be an IP network address (where the host bits of the network address are set to 0), an IP address for a host route, or 0.0.0.0 for the default route.

mask Netmask : Specifies the netmask (also known as a subnet mask) associated with the network destination. The subnet mask can be the appropriate subnet mask for an IP network address, 255.255.255.255 for a host route, or 0.0.0.0 for the default route. If omitted, the subnet mask 255.255.255.255 is used. Because of the relationship between the destination and the subnet mask in defining routes, the destination cannot be more specific than its corresponding subnet mask. In other words, there cannot be a bit set to 1 in the destination if the corresponding bit in the subnet mask is a 0.

Gateway : Specifies the forwarding or next hop IP address over which the set of addresses defined by the network destination and subnet mask are reachable. For locally attached subnet routes, the gateway address is the IP address assigned to the interface that is attached to the subnet. For remote routes, available across one or more routers, the gateway address is a directly reachable IP address that is assigned to a neighboring router.

metric Metric : Specifies an integer cost metric (ranging from 1 to 9999) for the route, which is used when choosing among multiple routes in the routing table that most closely match the destination address of a packet being forwarded. The route with the lowest metric is chosen. The metric can reflect the number of hops, the speed of the path, path reliability, path throughput, or administrative properties.

if Interface : Specifies the interface index for the interface over which the destination is reachable. For a list of interfaces and their corresponding interface indexes, use the display of the route print command. You can use either decimal or hexadecimal values for the interface index. For hexadecimal values, precede the hexadecimal number with 0x. When the if parameter is omitted, the interface is determined from the gateway address.

/? : Displays help at the command prompt.

Remarks

•

Large values in the metric column of the routing table are the result of allowing TCP/IP to automatically determine the metric for routes in the routing table based on the configuration of IP address, subnet mask, and default gateway for each LAN interface. Automatic determination of the interface metric, enabled by default, determines the speed of each interface and adjusts the metrics of routes for each interface so that the fastest interface creates the routes with the lowest metric. To remove the large metrics, disable the automatic determination of the interface metric from the advanced properties of the TCP/IP protocol for each LAN connection.

•

Names can be used for Destination if an appropriate entry exists in the local Networks file stored in the systemroot\System32\Drivers\Etc folder. Names can be used for the gateway as long as they can be resolved to an IP address through standard host name resolution techniques such as Domain Name System (DNS) queries, use of the local Hosts file stored in the systemroot\system32\drivers\etc folder, and NetBIOS name resolution.

•

If the command is print or delete, the Gateway parameter can be omitted and wildcards can be used for the destination and gateway. The Destination value can be a wildcard value specified by an asterisk (*). If the destination specified contains an asterisk (*) or a question mark (?), it is treated as a wildcard and only matching destination routes are printed or deleted. The asterisk matches any string, and the question mark matches any single character. For example, 10.*.1, 192.168.*, 127.*, and *224* are all valid uses of the asterisk wildcard.

•

Using an invalid combination of a destination and subnet mask (netmask) value displays a "Route: bad gateway address netmask" error message. This error message appears when the destination contains one or more bits set to 1 in bit locations where the corresponding subnet mask bit is set to 0. To test this condition, express the destination and subnet mask using binary notation. The subnet mask in binary notation consists of a series of 1 bits, representing the network address portion of the destination, and a series of 0 bits, representing the host address portion of the destination. Check to determine whether there are bits in the destination that are set to 1 for the portion of the destination that is the host address (as defined by the subnet mask).

•

The -p parameter is only supported on the route command for Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows Millennium Edition, and Windows XP. This parameter is not supported by the route command for Windows 95 or Windows 98.

•

This command is available only if the Internet Protocol (TCP/IP) protocol is installed as a component in the properties of a network adapter in Network Connections

Examples

To display the entire contents of the IP routing table, type:

route print

To display the routes in the IP routing table that begin with 10., type:

route print 10.*

To add a default route with the default gateway address of 192.168.12.1, type:

route add 0.0.0.0 mask 0.0.0.0 192.168.12.1

To add a route to the destination 10.41.0.0 with the subnet mask of 255.255.0.0 and the next hop address of 10.27.0.1, type:

route add 10.41.0.0 mask 255.255.0.0 10.27.0.1

To add a persistent route to the destination 10.41.0.0 with the subnet mask of 255.255.0.0 and the next hop address of 10.27.0.1, type:

route -p add 10.41.0.0 mask 255.255.0.0 10.27.0.1

To add a route to the destination 10.41.0.0 with the subnet mask of 255.255.0.0, the next hop address of 10.27.0.1, and the cost metric of 7, type:

route add 10.41.0.0 mask 255.255.0.0 10.27.0.1 metric 7

To add a route to the destination 10.41.0.0 with the subnet mask of 255.255.0.0, the next hop address of 10.27.0.1, and using the interface index 0x3, type:

route add 10.41.0.0 mask 255.255.0.0 10.27.0.1 if 0x3

To delete the route to the destination 10.41.0.0 with the subnet mask of 255.255.0.0, type:

route delete 10.41.0.0 mask 255.255.0.0

To delete all routes in the IP routing table that begin with 10., type:

route delete 10.*

To change the next hop address of the route with the destination of 10.41.0.0 and the subnet mask of 255.255.0.0 from 10.27.0.1 to 10.27.0.25, type:

route change 10.41.0.0 mask 255.255.0.0 10.27.0.25

Formatting legend

FormatMeaning

Italic

Information that the user must supply

Bold

Elements that the user must type exactly as shown

Ellipsis (...)

Parameter that can be repeated several times in a command line

Between brackets ([])

Optional items

Between braces ({}); choices separated by pipe (). Example: {evenodd}

Set of choices from which the user must choose only one

Courier font

Code or program output

(http://www.microsoft.com/resources/documentation/windows/xp/all/proddocs/en-us/route.mspx?mfr=true)

Monday, April 23, 2007

How to Enable TCP/IP Forwarding in Windows XP

WARNING: If you use Registry Editor incorrectly, you may cause serious problems that may require you to reinstall your operating system. Microsoft cannot guarantee that you can solve problems that result from using Registry Editor incorrectly. Use Registry Editor at your own risk.

To enable TCP/IP forwarding, follow these steps:

1. Start Registry Editor (Regedit.exe).

2. In Registry Editor, locate the following registry key:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters

3. Set the following registry value:

Value Name: IPEnableRouterValue

type: REG_DWORDValue Data: 1

A value of 1 enables TCP/IP forwarding for all network connections that are installed and used by this computer.

4. Quit Registry Editor.

(http://support.microsoft.com/kb/315236)