Thursday, July 12, 2007
10 hari bersama .....................
Diwaktu luang Ayah selalu menemani Fathiin bermain, soalnya Ayah kuaaaaaangggeeeeen sekali, oh iya hampir lupa Ibu juga diperhatiin kok. 10 hari rasanya tidak cukup dan kami harus berpisah lagi.
Sekarang Fathiin sudah mulai belajar makan loh, Ibu mulai memberikan makanan tambahan. Makanan tambahan yang pertama Fathiin makan membuatku BAB terus, akhirnya Fathiin terlihat lebih kurus kata Ibu. Ayah sempat panik dan menyuruh Ibu menghentikan memberikan makanan tambahan tersebut (tdk boleh sebut merk), padahal Ibu sudah membeli beberapa dus.
Sewaktu di Makassar Ayah yang berkeliling mencari makanan tambahan merk yang lain, Alhamdulillah Fathiin cocok dengan makanan tambahan tersebut. Ibu tidak bisa pergi berkeliling mencarikan makanan tambahan soalnya beberapa hari di Makassar Ibu sempat sakit.
Fathiin ingin sekali kalau 10 hari ini bisa menjadi 10 minggu ato 10 bulan ato 10 tahun ato mungkin 10 abad :), Insyah Allah.
Hacking Workshop
Acaranya dimulai pukul 09.00 s.d. 16.00
Biaya : Rp. 65.000,- atau Rp. 95.000 (+ tiket PANHAC 2007)
(biaya termasuk snack, lunch, dan sertifikat)
Tempat terbatas.
National Hacking Competition (PANHAC) 2007
Pazia - Acer National Hacking Competition 2 akan segera diselenggarakan
di sepuluh kota Indonesia dengan hadiah utama Notebook Acer Ferrari 1005, piala bergilir PANHAC, voucher training dan ujian bersertifikasi FORTINET, untuk pemenang kedua Acer LCD Monitor 17" dan pemenang ketiga Samsung MFP Laser Printer SCX-4521.
Untuk disetiap kota, akan ada satu pemenang dengan hadiah Notebook Acer Aspire 5052.
Selain kompetisi di sepuluh kota, juga diselenggarakan kompetisi PANHAC2 Online yang diselenggarakan sebelum kompetisi di kota yang bersangkutan berjalan, pukul 14.30 - 15.00 WIB pada jadwal PANHAC2. Kecuali wilayah Sumatera, kompetisi Panhac Online akan di buka dari jam 14.30 WIB hingga selesai (3 jam).
Kompetisi PANHAC2 Online dapat diikuti dengan cuma-cuma, tetapi berhadiah Acer LCD monitor 19'', Samsung Laser Printer ML-2010 dan Samsung Laser Printer ML-1610.
Seperti tahun lalu, PANHAC2 juga menggelar pertandingan untuk merebut file yang disimpan di dalam server lokal.
Selain PANHAC2 offline dan online, PANHAC2 ini juga menyelenggarakan Kompetisi Penulisan Artikel Hacking dan Teknologi Informasi untuk para
wartawan, editor dan penulis lepas yang juga berhadiah satu Notebook Acer Aspire 5052.
Informasi selengkapnya sebagai berikut:
Jadwal acara PANHAC2:
Di kota-kota selain Jakarta: pk. 12.00 - 18.00
Jakarta pk. 09.00 - 12.00
Grand Final - Jakarta pk 12.00 - 18.00
Sususan Acara:
1. Registrasi peserta
2. Sambutan Penyelenggara: ACER dan pendukung: FORTINET
3. Online Hacking Competition
4. Keynote Speaker: Perkembangan Hacking di Indonesia
5. Teknis dan implementasi kompetisi
6. Hacking Competition
7. Penentuan juara dan penyerahan hadiah
Tim Pengarah:
Dani Firman Syah (Xnuxer)
Toto Atmojo (To2)
MA Rody Candera (Odyxb)
Juri:
Michael Sunggiardi (Praktisi Komputer)
Dani Firman Syah (Xnuxer)
PT Pazia Pillar Mercycom
Persyaratan PANHAC2 - 2007
Peserta bisa perorangan maupun team (terdiri dari maksimal 2 orang).
Biaya pendaftaran perorangan Rp 50.000,- dan team Rp 100.000,-
Peserta yang tidak membawa notebook dapat menggunakan notebook ACER 5052 series yang sudah disediakan Panitia.
Peserta diperbolehkan mengikuti kompetisi menggunakan notebook yang dibawa sendiri dengan model ACER Aspire Notebook, ACER Ferrari Notebook. Jika notebook yang digunakan bukan merk tersebut, dikenakan tambahan biaya Rp 100.000 di luar biaya pendaftaran.
Kompetisi nasional ini berhadiah ACER Aspire Notebook 5052 series untuk pemenang pertama di tiap kota yang akan diundang mengikuti Grand Final di Jakarta dengan akomodasi perjalanan ditanggung panitia.
Pemenang pertama Grand Final memperebutkan ACER Ferrari 1005 series, piala bergilir PANHAC, voucher training dan ujian bersertifikasi FORTINET. Hadiah Acer LCD Monitor 17” untuk pemenang kedua. Samsung MFV Laser Printer SCX-4521 untuk pemenang ketiga.
Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Aturan lengkap akan disertakan kepada semua peserta pada hari kompetisi.
Semua peserta akan mendapatkan makan siang, kaos dan sertifikat keikutsertaan.
Persyaratan Kompetisi Online
Peserta melakukan registrasi online ke http://panhac.marveltechnology.com disertai data sesuai KTP/SIM/Passport, no. telepon kantor/rumah, nomor seluler.
Peserta diharuskan melakukan aktivasi setelah proses registrasi online. Kode aktivasi secara otomatis dikirim ke email peserta setelah registrasi.
Tata tertib kompetisi online akan dikirimkan secara otomatis kepada peserta yang terdaftar setelah perserta melakukan proses aktivasi melalui email
Account peserta dapat digunakan pada setiap jadwal kompetisi online di tiap kota.
Jadwal kompetisi online selain Jakarta, yaitu pada pk 14.30 – 15.00 WIB. Jadwal kompetisi online di Jakarta pk. 10.30 – 11.00 WIB. Harap setiap peserta yang berada pada wilayah waktu WITA dan WIT menyesuaikan pada WIB. Secara otomatis server offline di luar jadwal tersebut.
Pada saat kompetisi online berlangsung peserta harus log in terlebih dahulu ke http://panhac.marveltechnology.com
Rating hasil sementara kompetisi online akan ditampilkan di http://panhac.marveltechnology.com pada hari berikutnya setelah setiap jadwal terselenggara.
Akan dipilih tiga orang pemenang kompetisi online dari tiga nilai tertinggi yang ditentukan berdasarkan hasil monitoring dan analisa tim juri
Pengumuman pemenang kompetisi online akan dilakukan pada 01 Agustus 2007, pk 12.00 WIB melalui http://panhac.marveltechnology.com
Pemenang kompetisi online akan diundang langsung pada waktu tersebut melalui telepon/SMS untuk mengikuti Grand Final di Jakarta pada 01 Agustus 2007, dengan akomodasi perjalanan ditanggung panitia.
Kompetisi online berhadiah Acer LCD monitor 19’’, Samsung Laser Printer ML-2010 dan Samsung Laser Printer ML-1610.
Kompetisi online ini tidak dipungut biaya registrasi.
Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Peserta wajib mentaati peraturan yang tertulis pada tata-tertib kompetisi online
Jadwal PANHAC 2007 di 10 kota
Medan 26 Juni, Universitas HKBP Nommensen
PIC: Juliana. FOCUS. 061-7330800
Padang 28 Juni, Ruang Serba Guna - Universitas Negeri Padang
PIC: Butet. VENES JAYA. 0751-37040, 30583
Bandung 03 Juli, Bandung Elektronik Mall. LG Floor
PIC: Patrick, Susan. 3G Gallery. 022-70010708
Semarang 07 Juli, Plasa Simpang Lima. Hall BIMA - Lt. 1
PIC: Nila, Icha. WAHANA KOMPUTER. 024-8413238
Jogja 10 Juli, UAJY. Auditorium Kampus Bonaventura - Lt. 4
PIC: Kristina. WIRABUANA KOMPUTER. 0274 - 560891, 560892
Surabaya 12 Juli, Tunjungan Elektonik Mall.
PIC: Andy, David, Cahyo. APKOMINDO JATIM. 031-5018843
Bali 17 Juli, SMKN1 Denpasar
PIC: Juniasih, Maria. BALISOFT. 0361-418050, 7424494
Lampung 21 Juli, UNIVERSITAS NEGERI LAMPUNG
PIC: Yuli. MULTICOM. 0721-255888
Makassar 24 Juli, MTC Karebosi.
PIC: Elsa. FLASH Computer. 0411-857888
Nazarus. PROTON. 0411-310746
Jakarta 01 Agt, Mangga Dua Mall. LG Floor
PIC: Sary. PT MARVEL. 021-62311510
Laila. PT PAZIA. 021-62313117
KOMPETISI PENULISAN BERITA TINGKAT NASIONAL
Kompetisi Penulisan Berita Tingkat Nasional dengan hadiah: 1 unit Notebook Acer Aspire 5052 series.
Tim Juri:
Rene L. Pattiradjawane (Redaksi Kompas)
Donny B.U (detikinet.com)
Kriteria penilaian:
- Tulisan mencerminkan pemahaman tentang hacking dan PANHAC
- Penyajian tulisan yang unik
- Nilai tambah untuk berita yang diterbitkan lebih dari satu kali
- Tulisan dikumpulkan berupa hardcopy dan terbitan di media, dikirim kepada Partner CEO di daerah, seperti yang tercantum pada jadwal PANHAC 10 kota.
Softcopy dikirim ke email panitia: panhac@marvetechnology.com, segera setelah berita diterbitkan.
Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan dilakukan di Jakarta pada acara Grand Final PANHAC2, 01 Agustus 2007.
Saturday, June 30, 2007
Akhirnya.................
Monday, June 18, 2007
Simple Queue, Memisah Bandwidth Lokal dan Internasional
Pada artikel ini, kami mengasumsikan bahwa:
Router Mikrotik melakukan Masquerading / src-nat untuk client. Client menggunakan IP privat.
Gateway yang digunakan hanya satu, baik untuk trafik internasional maupun IIX.
Anda bisa menggunakan web-proxy internal ataupun tanpa web-proxy. Jika Anda menggunakan web-proxy, maka ada beberapa tambahan rule yang perlu dilakukan. Perhatikan bagian NAT dan MANGLE pada contoh di bawah ini. Jika ada parameter di atas yang berbeda dengan kondisi Anda di lapangan, maka konfigurasi yang ada di artikel ini harus Anda modifikasi sesuai dengan konfigurasi network Anda.
Pengaturan Dasar Berikut ini adalah diagram network dan asumsi IP Address yang akan digunakan dalam contoh ini.
Untuk mempermudah pemberian contoh, kami mengupdate nama masing-masing interface sesuai dengan tugasnya masing-masing.[admin@MikroTik] > /interface pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether-public ether 0 0 1500
1 R ether-local ether 0 0 1500
Untuk klien, akan menggunakan blok IP 192.168.0.0/24, dan IP Address 192.168.0.1 difungsikan sebagai gateway dan dipasang pada router, interface ether-local. Klien dapat menggunakan IP Address 192.168.0-2 hingga 192.168.0.254 dengan subnet mask 255.255.255.0.
admin@MikroTik] > /ip ad pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 202.0.0.1/24 202.0.0.0 202.0.0.255 ether-public
1 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.255 ether-local
Jangan lupa melakukan konfigurasi DNS server pada router, dan mengaktifkan fitur "allow remote request".
Karena klien menggunakan IP private, maka kita harus melakukan fungsi src-nat seperti contoh berikut.
[admin@MikroTik] > /ip fi nat pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether-public action=masquerade
Jika Anda menggunakan web-proxy transparan, Anda perlu menambahkan rule nat redirect, seperti terlihat pada contoh di bawah ini (rule tambahan yang tercetak tebal).
[admin@MikroTik] > /ip fi nat pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether-public action=masquerade
1 chain=dstnat in-interface=ether-local protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=8080
Jangan lupa mengaktifkan fitur web-proxy, dan men-set port layanan web-proxynya, dan disesuaikan dengan port redirect pada contoh di atas.
CEK: Pastikan semua konfigurasi telah berfungsi baik. Lakukanlah ping (baik dari router maupun dari klien) ke luar network Anda secara bergantian.
Pengaturan IP Address List
Mulai Mikrotik RouterOS versi 2.9, dikenal dengan fitur yang disebut IP Address List. Fitur ini adalah pengelompokan IP Address tertentu dan setiap IP Address tersebut bisa kita namai. Kelompok ini bisa digunakan sebagai parameter dalam mangle, firewall filter, nat, ataupun queue.
Mikrotik Indonesia telah menyediakan daftar IP Address yang diadvertise di OpenIXP dan IIX, yang bisa didownload dengan bebas di URL: http://www.mikrotik.co.id/getfile.php?nf=nice.rsc
File nice.rsc ini dibuat secara otomatis di server Mikrotik Indonesia setiap pagi sekitar pk 05.30, dan merupakan data yang telah di optimasi untuk menghilangkan duplikat entry dan tumpang tindih subnet. Saat ini jumlah baris pada script tersebut berkisar 430 baris.
Contoh isi file nice.rsc :
# Script created by: Valens Riyadi @ www.mikrotik.co.id
# Generated at 26 April 2007 05:30:02 WIB ... 431 lines
/ip firewall address-list
add list=nice address="1.2.3.4"
rem [find list=nice]
add list=nice address="125.162.0.0/16"
add list=nice address="125.163.0.0/16"
add list=nice address="152.118.0.0/16"
add list=nice address="125.160.0.0/16"
add list=nice address="125.161.0.0/16"
add list=nice address="125.164.0.0/16"
.
.
dst...
Simpanlah file tersebut ke komputer Anda dengan nama nice.rsc, lalu lakukan FTP ke router Mikrotik, dan uploadlah file tersebut di router. Contoh di bawah ini adalah proses upload menggunakan MS-DOS prompt.
C:\>dir nice.
* Volume in drive C has no label.
Volume Serial Number is 5418-6EEF
Directory of C:\04/26/2007 06:42p 17,523 nice.rsc
1File(s) 17,523 bytes
0 Dir(s) 47,038,779,392 bytes free
C:\>ftp 192.168.0.1
Connected to 192.168.0.1.
220 R&D FTP server (MikroTik 2.9.39) readyUser
(192.168.0.1:(none)): admin331
Password required for adminPassword: ********
230 User admin logged in
ftp> ascii200 Type set to A
ftp> put nice.rsc
200 PORT command successful
150 Opening ASCII mode data connection for '/nice.rsc'
226 ASCII transfer completeftp: 17523 bytes sent in 0.00Seconds 17523000.00Kbytes/sec.
ftp> bye
221 Closing
C:\>
Setelah file diupload, import-lah file tersebut.
[admin@MikroTik] > import nice.rsc
Opening script file nice.rsc
Script file loaded and executed successfully
Pastikan bahwa proses import telah berlangsung dengan sukses, dengan mengecek Address-List pada Menu IP - Firewall
Proses upload ini dapat juga dilakukan secara otomatis jika Anda memiliki pengetahuan scripting. Misalnya Anda membuat shell script pada Linux untuk melakukan download secara otomatis dan mengupload file secara otomatis setiap pk 06.00 pagi. Kemudian Anda tinggal membuat scheduler pada router untuk melakukan import file.
Pengaturan MangleLangkah selanjutnya adalah membuat mangle. Kita perlu membuat 1 buah connection mark dan 2 buah packet mark, masing-masing untuk trafik internasional dan lokal.
[admin@MikroTik] > /ip firewall mangle pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=prerouting in-interface=ether-local
dst-address-list=nice
action=mark-connection new-connection-mark=conn-iix
passthrough=yes
1 chain=prerouting connection-mark=conn-iix
action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix
passthrough=no
2 chain=prerouting action=mark-packet
new-packet-mark=packet-intl passthrough=no
Jika Anda menggunakan web-proxy internal dan melakukan redirecting trafic, maka Anda membuat 2 buah rule tambahan seperti contoh di bawah ini (rule tambahan yang tercetak tebal).
[admin@MikroTik] > /ip firewall mangle pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=prerouting in-interface=ether-local
dst-address-list=nice
action=mark-connection new-connection-mark=conn-iix
passthrough=yes
1 chain=prerouting connection-mark=conn-iix
action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix
passthrough=no
2 chain=output connection-mark=conn-iix
action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix
passthrough=no
3 chain=prerouting action=mark-packet
new-packet-mark=packet-intl passthrough=no
4 chain=output action=mark-packet
new-packet-mark=packet-intl passthrough=no
Pengaturan Simple Queue
Untuk setiap client, kita harus membuat 2 buah rule simple queue. Pada contoh berikut ini, kita akan melakukan limitasi untuk IP client 192.168.0.2/32, dan kita akan memberikan limitasi iix (up/down) sebesar 64k/256k, dan untuk internasional sebesar (up/down) 32k/128k.
[admin@MikroTik]> /queue simple pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 name="client02-iix" target-addresses=192.168.0.2/32
dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none
packet-marks=packet-iix direction=both priority=8
queue=default-small/default-small limit-at=0/0
max-limit=64000/256000 total-queue=default-small
1 name="client02-intl" target-addresses=192.168.0.2/32
dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none
packet-marks=packet-intl direction=both priority=8
queue=default-small/default-small limit-at=0/0
max-limit=32000/128000 total-queue=default-small
Pengecekan Akhir
Setelah selesai, lakukanlah pengecekan dengan melakukan akses ke situs lokal maupun ke situs internasional, dan perhatikanlah counter baik pada firewall mangle maupun pada simple queue.
Anda juga dapat mengembangkan queue type menggunakan pcq sehingga trafik pada setiap client dapat tersebar secara merata.
Artikel From mikrotik site
Queue dengan SRC-NAT dan WEB-PROXY
Percobaan yang dilakukan menggunakan sebuah PC dengan Mikrotik RouterOS versi 2.9.28. Pada mesin tersebut, digunakan 2 buah interface, satu untuk gateway yang dinamai PUBLIC dan satu lagi untuk jaringan lokal yang dinamai LAN.
[admin@instaler] > in pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R public ether 0 0 1500
1 R lan wlan 0 0 1500
Dan berikut ini adalah IP Address yang digunakan. Subnet 192.168.0.0/24 adalah subnet gateway untuk mesin ini.
[admin@instaler] > ip ad pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.217/24 192.168.0.0 192.168.0.255 public
1 172.21.1.1/24 172.21.1.0 172.21.1.255 lan
Fitur web-proxy dengan transparan juga diaktifkan.
[admin@instaler] > ip web-proxy pr
enabled: yes
src-address: 0.0.0.0
port: 3128
hostname: "proxy"
transparent-proxy: yes
parent-proxy: 0.0.0.0:0
cache-administrator: "webmaster"
max-object-size: 4096KiB
cache-drive: system
max-cache-size: none
max-ram-cache-size: unlimited
status: running
reserved-for-cache: 0KiB
reserved-for-ram-cache: 154624KiB
Fungsi MASQUERADE diaktifkan, juga satu buah rule REDIRECTING untuk membelokkan traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY
[admin@instaler] ip firewall nat> pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=public
src-address=172.21.1.0/24 action=masquerade
1 chain=dstnat in-interface=lan src-address=172.21.1.0/24
protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128
Berikut ini adalah langkah terpenting dalam proses ini, yaitu pembuatan MANGLE. Kita akan membutuhkan 2 buah PACKET-MARK. Satu untuk paket data upstream, yang pada contoh ini kita sebut test-up. Dan satu lagi untuk paket data downstream, yang pada contoh ini kita sebut test-down.
Untuk paket data upstream, proses pembuatan manglenya cukup sederhana. Kita bisa langsung melakukannya dengan 1 buah rule, cukup dengan menggunakan parameter SRC-ADDRESS dan IN-INTERFACE. Di sini kita menggunakan chain prerouting. Paket data untuk upstream ini kita namai test-up.
Namun, untuk paket data downstream, kita membutuhkan beberapa buah rule. Karena kita menggunakan translasi IP/masquerade, kita membutuhkan Connection Mark. Pada contoh ini, kita namai test-conn.
Kemudian, kita harus membuat juga 2 buah rule. Rule yang pertama, untuk paket data downstream non HTTP yang langsung dari internet (tidak melewati proxy). Kita menggunakan chain forward, karena data mengalir melalui router.
Rule yang kedua, untuk paket data yang berasal dari WEB-PROXY. Kita menggunakan chain output, karena arus data berasal dari aplikasi internal di dalam router ke mesin di luar router.
Paket data untuk downstream pada kedua rule ini kita namai test-down.
Jangan lupa, parameter passthrough hanya diaktifkan untuk connection mark saja.
[admin@instaler] > ip firewall mangle print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 ;;; UP TRAFFIC
chain=prerouting in-interface=lan
src-address=172.21.1.0/24 action=mark-packet
new-packet-mark=test-up passthrough=no
1 ;;; CONN-MARK
chain=forward src-address=172.21.1.0/24
action=mark-connection
new-connection-mark=test-conn passthrough=yes
2 ;;; DOWN-DIRECT CONNECTION
chain=forward in-interface=public
connection-mark=test-conn action=mark-packet
new-packet-mark=test-down passthrough=no
3 ;;; DOWN-VIA PROXY
chain=output out-interface=lan
dst-address=172.21.1.0/24 action=mark-packet
new-packet-mark=test-down passthrough=no
Untuk tahap terakhir, tinggal mengkonfigurasi queue. Di sini kita menggunakan queue tree. Satu buah rule untuk data dowstream, dan satu lagi untuk upstream. Yang penting di sini, adalah pemilihan parent. Untuk downstream, kita menggunakan parent lan, sesuai dengan interface yang mengarah ke jaringan lokal, dan untuk upstream, kita menggunakan parent global-in.
[admin@instaler] > queue tree pr
Flags: X - disabled, I - invalid
0 name="downstream" parent=lan packet-mark=test-down
limit-at=32000 queue=default priority=8
max-limit=32000 burst-limit=0
burst-threshold=0 burst-time=0s
1 name="upstream" parent=global-in
packet-mark=test-up limit-at=32000
queue=default priority=8
max-limit=32000 burst-limit=0
burst-threshold=0 burst-time=0s
Variasi lainnya, untuk bandwidth management, dimungkinkan juga kita menggunakan tipe queue PCQ, yang bisa secara otomatis membagi trafik per client.
Friday, June 15, 2007
Some Miracles of the Qur’an Relating the Universe
And We have decreed set phases for the Moon, until it ends up looking like an old date branch. It is not for the Sun to overtake the Moon nor for the night to outstrip the day; each one is swimming in a sphere. (Qur'an, 36:39-40)
The Moon does not follow a regular orbit like the satellites of other planets. As it orbits the Earth, it sometimes moves behind it and sometimes in front. As it also moves with the Earth around the Sun, it actually follows a constant pattern resembling the letter "S" in space. This route, traced by the Moon in space, is described in the Qur'an as resembling an old date branch and does indeed resemble the twisted form of the date tree branch. Indeed, the word "urjoon" employed in the Qur'an refers to a thin and twisted date branch and is used to describe that part left after the fruit has been picked. The way that this branch is described as "old" is also most appropriate since old date branches are thinner and more twisted.

There is no doubt that it was impossible for anyone to have any knowledge about the orbit of the Moon 1,400 years ago. The way that this pattern, identified by modern technology and accumulated knowledge, was revealed in the Book is yet another scientific miracle of the Qur'an.
